Wartawan Senior, Edward Bendang: Peka Modal Wartawan

Hal tersebut dikatakan wartawan senior Sumatera Barat (Sumbar) Edwar Hafri Bendang yang sekarang aktif menulis di media daring Sumbarauditpos.com daerah Luak Limopuluah (kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota-red) dan menjabat Ketua SPRI (Serikat Pers Republik Indonesia) Sumbar, Senin (9/3) malam, saat bersenda gurau sembari ngopi darat (ngopdar) bersama rekan-rekan pers lainnya, di salah satu cafe di kota Payakumbuh.


Luak Limopuluah - Peka. Satu kata itu menurut saya modal penting buat jadi wartawan. Kenapa? Dengan peka, seorang wartawan akan mampu melihat sudut pandang dengan lebih tajam dan terarah. Enggak melulu ikut-ikutan teman yang bareng doorstop (istilah kasarnya mencegat narasumber on the spot rame-rame), atau manggut-manggut aja apa yang disuruh sama redaktur atau editor di kantor. Eh, tapi ya dengan kadar kepekaan dan paranoid yang tinggi bukan berarti saya jadi wartawan yang hebat. Enggak sama sekali.

Hal tersebut dikatakan wartawan senior Sumatera Barat (Sumbar) Edwar Hafri Bendang yang sekarang aktif menulis di media daring Sumbarauditpos.com daerah Luak Limopuluah (kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota-red) dan menjabat Ketua SPRI (Serikat Pers Republik Indonesia) Sumbar, Senin (9/3) malam, saat bersenda gurau sembari ngopi darat (ngopdar) bersama rekan-rekan pers lainnya, di salah satu cafe di kota Payakumbuh.

Menurutnya, sebelum benar-benar memutuskan kepingin jadi wartawan, mending pikir dulu matang-matang. Jangan biarin pikirannya dangkal cuma ngeliat yang enaknya aja. Ukur juga kemampuan diri sendiri, mau belajar nulis yang bener gak, bisa bikin berita berimbang gak, udah siap belum telinganya dicekokin kata-kata pedas dari bos sama narasumber?

“Bukan gimana-gimana, kalau passion-nya bukan di profesi ini (dan cuma ngarepin dapet amplop atau goodiebag alias jadi wartawan bodrek, atau cuma buat pamer bisa poto sama pejabat atau orang penting), yang dirugiin bukan cuma diri sendiri, tapi banyak orang,” ujar Bendang.

Ditambahkan, apalagi kalau bikin berita cuma sesuai 'order' yang punya duit, lalu nutupin atau bahkan ngilangin fakta yang sebenarnya. Sementara yang jadi pembaca percaya aja berita yang dimuat lantaran nama medianya dianggap kredibel.

“Untuk jadi jurnalis yang independen, apalagi di zaman sekarang, emang gak gampang. Industrinya sendiri udah terkontaminasi paham kapitalis. Minimal, jadilah wartawan yang jujur sama diri sendiri biar bisa bikin berita yang enggak menyesatkan pembaca. Satu lagi, jangan ngarepin gaji gede karena sebagian besar media massa di Indonesia cuma bisa gaji wartawan ala kadarnya. Sebagian besar loh ya, bukan semua. Itulah kenapa ada istilah wartawan amplop, bodrek, dan sejenisnya. Mereka kerja sampingan dengan mengakomodir kepentingan yang bayar,” ulas Bendang.

Tapi, tanpa jadi bodrek pun, tambah Bendang, wartawan sebenarnya bisa sejahtera kok. Caranya? Investasi. Cuma yaa..kalau investasi kan butuh waktu, bukan yang sekali naro duit besok langsung berbuah. Kebanyakan pada gak sabaran, dan berpikir enakan "ngebodrek". Hehehe..

“Ya kalau faktanya gak blur dan gak merusak pikiran pembaca sih ya silakan aja begitu, toh yang ngasih duit mungkin cuma mau syukuran bagi-bagi rezeki (tetapi sebenernya gak boleh). Tapi kan seringnya, yang ngasih duit gede adalah yang pengen beritanya berefek gede juga. Nah ini yang bahaya,” tambah Edwar Bendang sembari senyum-senyum menyeduh kopi panas.

Hal ini terinspirasi begitu saja, kata Yudi Yusra wartawan media online Realitakini.com sepulang liputan bersama beliau (Edwar Bendang) senja ini. Dan, buat yang baru merintis karir jadi jurnalis, semangat, pesan Yudi.

Lanjutnya, tulisan yang benar-benar memotret profesi wartawan. Untuk bisa jadi wartawan, selain peka, juga harus punya passion dan siap belajar nulis yang benar dan punya 'telinga tebal'. 

“Makanya, kadang saya miris lihat mereka yang ngakunya wartawan, tapi tulisannya nggak "rasa jurnalis", nggak melek latar belakang isu/pengetahuan/informasi sehingga bikin berita cuma ngambil pernyataan narasumber. Dan tentu saja, berharap amplop yang menganggap itu rezeki. udah jadi wartawan bener,” tukasnya. (BP)

Baca juga :

Nama

Limapuluh Kota,1,LimapuluhKota,4,Payakumbuh,29,Pembangunan,1,Sumbar,2,Tanah-Datar,1,Utama,5,
ltr
item
Sikoci: Wartawan Senior, Edward Bendang: Peka Modal Wartawan
Wartawan Senior, Edward Bendang: Peka Modal Wartawan
Hal tersebut dikatakan wartawan senior Sumatera Barat (Sumbar) Edwar Hafri Bendang yang sekarang aktif menulis di media daring Sumbarauditpos.com daerah Luak Limopuluah (kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota-red) dan menjabat Ketua SPRI (Serikat Pers Republik Indonesia) Sumbar, Senin (9/3) malam, saat bersenda gurau sembari ngopi darat (ngopdar) bersama rekan-rekan pers lainnya, di salah satu cafe di kota Payakumbuh.
https://1.bp.blogspot.com/-h8oG-9GOWhc/XmZ2YzH5BUI/AAAAAAAADGg/VOrKp8r8g3MgxdtsJBitvPawxG77aCNDACLcBGAsYHQ/s320/IMG_20200309_235918.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-h8oG-9GOWhc/XmZ2YzH5BUI/AAAAAAAADGg/VOrKp8r8g3MgxdtsJBitvPawxG77aCNDACLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_20200309_235918.jpg
Sikoci
https://www.sikoci.com/2020/03/wartawan-senior-edward-bendang-peka.html
https://www.sikoci.com/
https://www.sikoci.com/
https://www.sikoci.com/2020/03/wartawan-senior-edward-bendang-peka.html
true
7228025103535543647
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy